Sabtu, 23 Februari 2013

belajar menjadi ahli komputer

Dalam beberapa minggu ke depan, mungkin ada pembaca yang akan mulai bersiap masuk ke perguruan tinggi, atau mungkin ada teman, adik atau anaknya yang sudah bersiap-siap memilih jurusannya. Beberapa rekan sering menanyakan jalur apa yang paling tepat kalau anaknya mau jadi ahli komputer.
Ini pertanyaan yang berat. Karena jadi ahli komputer tentunya harus jelas apa maunya. Menjadi hacker yang katanya bisa membobol website, tidak perlu harus sekolah tinggi-tinggi. Banyak hacker yang belajar secara autodidak. Jadi programmer juga relatif mudah. Banyak buku-buku belajar pemrograman yang tersedia, atau cukup dengan kursus 3 bulan, 6 bulan, seorang yang menjadi programmer.
Contoh lain ada juga rekan saya yang sehari-hari belajar astronomi, tapi paling hebat kalau mengurus linux ataupun bikin program virus. Ataupun ada seorang blogger yang masih duduk di bangku SMP, tapi sudah mampu bikin program ataupun bikin website sendiri. Jadi banyak materi komputer yang sebenarnya bisa dipelajari sendiri.
Jadi kalau mau misalnya pergi ke sekolah tinggi komputer atau jurusan komputer atau jurusan informatika apa saja yang akan dipelajari? atau akan jadi apakah nantinya?
Saat ini sudah banyak perguruan tinggi negeri yang menawarkan pendidikan komputer, setahu saya hampir semua (atau semua ??) menawarkan pendidikan S1 komputer (entah itu ilmu komputer,  jurusan informatika, ataupun manajemen informasi).  Belum lagi sekolah-sekolah swasta yang rajin menawarkan berbagai program pendidikan komputer. Selain ilmu komputer, atau jurusan informatika ada lagi yang namanya komputer akuntansi, sistem informasi, atau juga manajemen informatika.
Lalu harus masuk yang mana?
Berikut ini sedikit tips yang mungkin berguna bagi yang mau jadi ahli komputer:
* Ilmu komputer atau Teknik Informatika.
Namanya terlihat berbeda, tapi sebenarnya isi pelajarannya sama. Jadi keahlian yang didapatpun sama. Dan di keduanya, pelajaran komputer yang bersifat sains, seperti intelijensia buatan, multimedia, pengolahan citra/gambar atau grafik dipelajari.  Termasuk tentunya diberikan diberikan pelajaran dasar seperti pemrograman, algoritma, teori bahasa komputer ataupun bagaimana merekayasa perangkat lunak dan melakukan manajemen proyek perangkat lunak.
* Komputer akuntansi/manajemen informasi/sistem informasi/perbankan/statistik - jurusan-jurusan ini relatif agak tanggung. Misalnya saja mahasiswa di komputer akuntansi akan di bekali dengan pelajaran pemrograman yang sebenarnya tidak terlalu di perlukan dalam prakteknya. Kalau ingin jadi ahli akuntasi, sekalian saja masuk ke khusus manajemen akuntansi. Mahasiswa di jurusan ini umumnya di awal tahun di berikan materi pemrograman dan pengembangan komputer, dan di setelah tahun-tahun pertengahan dan akhir, materi akuntansi lebih di fokuskan. Hal yang sama juga berlaku untuk komputer manejemen informasi atau perbankan atau statistik.
* Teknik komputer - di sini diberikan pelajaran bagaimana membuat komputer (perangkat keras komputer), atau  bagaimana suatu chip itu di kembangkan misalnya.  Dulu bidang ini merupakan spesialisasi dari teknik elektro, bidang arus lemah (mikroprosesor).
Untuk hal ini, perlu dibedakan  antara membuat perangkat keras komputer dengan merakit perangkat komputer. Kalau yang terakhir ini tidak perlu pendidikan tinggi. Dengan tutorial yang tepat, orang bisa mempelajari dengan relatif cepat dan mudah.
Jika melihat kebutuhan pasar, apa yang sebaiknya di pilih?
Dari sisi keilmuan, relatif teknik komputer, harus menguasai bidang fisika yang cukup mendalam, juga penguasaan materi-materi dari teknik elektro tentunya.  Di Indonesia tidak banyak perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan ini, tapi bukan berarti keluaran dari bidang ini akan sulit mendapat pekerjaan. Karena yang lulus dari bidang ini juga relatif tidak banyak, sehingga masih banyak perusahaan elektronik yang masih memerlukannya.
Bidang ilmu komputer atau teknik informatika perlu penguasaan materi matematika dan logika yang tidak ringan. Seorang lulusan dari bidang ini menguasai aplikasi komputer di berbagai bidang. Mulai dari perbankan hingga bioinformatika.
Sayangnya dunia usaha tidak terlalu membutuhkan keahlian sebanyak yang dipelajari saat kuliah. Atau dengan kata lain, banyak materi yang akhirnya tidak terpakai. Mungkin akan lebih cocok jika peminatnya melanjutkan ke bidang yang lebih khusus terutama bila dlanjutkan untuk mengambil program S2 atau S3.  Karena begitu banyaknya materi berat di masa kuliah, tapi dalam kenyataannya, dunia usaha lebih sering membutuhkan pengetahuan yang lebih praktis. Tapi penguasaan di banyak bidang itu juga yang membuat lulusan ini tetap banyak di lirik.
Bidang seperti manajemen informasi, komputer akuntansi, komputer statistik, komputer perbankan lebih fokus mengarahkan mahasiswa ke arah bidang yang lebih aplikatif. Jadi umumnya lulusan bidang ini lebih siap pakai di pasaran. Materi yang diberikanpun relatif tidak seberat materi yang diberikan di bidang ilmu komputer/informatika. Hal ini juga sudah diketahui banyak orang, sehingga banyak perguruan tinggi swasta yang membuka bidang ini. Kemudian akhirnya sainganpun jadi tidak sedikit.
Walau banyak perusahaan meminta lulusan dari bidang ini, tapi dengan banyaknya pesaing tentunya peluang mendapat pekerjaan juga berkurang
Setelah kira-kira mengetahui tujuannya masa depan, langkah berikutnya menentukan perguruan tinggi mana yang harus dimasuki. Saat ini banyak masyarakat masih menaruh kepercayaan kepada perguruan tinggi negeri. Walau sebenarnya untuk bidang komputer ini, banyak perguruan tinggi swasta yang juga memiliki dosen yang berkualitas.  Jadi jangan salah pilih!
Disclaimer:
Tulisan ini sekedar perspektif dari kacamata saya yang masih perlu di perluas. Pembaca diharapkan juga mencari dari sumber-sumber lain. Dan juga mohon koreksinya ataupun jika ada tambahan informasi lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar